Melati dalam Kegelapan by Sidik Nugroho

MELATIMelati di Kegelapan by Sidik Nugroho, Gramedia, Cet-1, Oktober 2014, 208 hlm, ISBN 978-602-03-0861-6

Sinopsis :

Karier Tony bagus, ia berhasil membeli sebuah rumah. Orangtuanya ingin ia segera menikah. Tony sudah punya calon istri, namun tak yakin pernikahan akan membuatnya bahagia.

Dalam kebimbangannya, Tony malah mengalami hal-hal mengerikan. Ia dihantui seorang gadis yang tewas dibunuh pacarnya. Lalu, suatu ketika, di kamarnya ia menemukan kepala anjing yang dipenggal dan dimasukkan ke kardus. Di dinding tertoreh tulisan “UTANGMU ADALAH UTANG DARAH!” dengan darah anjing itu.

Siapakah gadis yang menghantuinya? Mengapa tiba-tiba Tony diteror? Apakah Tony memutuskan akan menikah?

Tentang Penulis :

sidikSidik Nugroho adalah seorang guru dan penulis lepas yang doyan membaca, menulis, main gitar, ngopi, nonton film, dan jalan-jalan. Ia menekuni dunia kepenulisan “gara-gara” cerpen pertamanya berjudul “Surat Kakakku” menang sebagai juara ketiga lomba cerpen di kampusnya pada tahun 2002.

Beberapa tulisannya (cerpen, puisi, esai, artikel, dan resensi buku) pernah dimuat di beberapa koran lokal dan nasional.  Ia juga menjadi penulis di Renungan Malam dan Renungan Blessing pada tahun 2003 hingga 2010.

Bukunya yang telah terbit antara lain “Never be Alone” (bersama Arie Saptaji, Penerbit Andi, 2005 -),  “Kisah-kisah Si Tuan Malam: Pencarian Kolam Mukjizat” (Pustaka Ninja, 2011), “366 Reflections of Life: Kisah-kisah Kehidupan yang Meneduhkan Hati” (Bhuana Ilmu Populer, 2012), “Kisah-kisah Si Tuan Malam: Pendekar Gitar dan Penggali Kubur” (Pustaka Ninja, 2013),  “Surga di Warung Kopi” (Bhuana Ilmu Populer, 2014)

###

Terima kasih buat Penerbit Gramedia yang sudah membuntelkan buku ini untuk saya.

@htanzil

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Buntelan from DIVA Press

from divaJudul : Sherlock Holmes – Anjing Iblis dari Baskerville

Penulis : Sir Arthur Conan Doyle

Penerjemah : Dion Yulianto

Penerbit Laksana

Cetakan : I, Oktober 2014

Tebal : 264 hlm

Karena ulah keji salah satu leluhur di masa lampau, seluruh anak keturunan Baskerville dihantui oleh kutukan maut sesosok anjing iblis. Sir Charles Baskerville ditemukan telah tewas di dekat gerbang menuju padang. Tidak ditemukan tanda-tanda telah terjadinya tindak pembunuhan selain sebuah tapak kaki anjing pemburu berukuran raksasa.

Sekali lagi, Sherlock Holmes ditantang untuk memecahkan misteri pembunuhan yang berbau supranatural. Berpindah dari padatnya kota London ke padang Dartmoor yang terpencil, sebuah misteri gelap menunggu untuk dipecahkan. Selain harus memecahkan misteri, Holmes dan dr. Watson harus bergerak cepat untuk melindungi satu-satunya ahli waris yang masih tersisa, sebelum kutukan anjing iblis itu menimpanya.

###

Judul : Silabus Menulis Fiksi dan Nonfiksi

Penulis : Edi Akhlies

Penerbit : Diva Press

Tebal : 124 hlm

Ini adalah buku tutorial praktis yang disusun dan dibagikan secara gratis kepada siapapun yang minat untuk serius menjadi penulis. Didusun berdasakan pengalaman penulis dalam menulis fiksi sejak tahun 1995 sampai sekarang, mengikuti berbagai pelatihan menulis hingga acara-acara temu penulis berskala lokan dan nasional. Ditambah pengalaman penulis selama menjadi owner dan CEO DIVA Press Group Yogyakarta sejak tahun 2001

Bagaimana cara memperoleh buku ini secara gratis? silahkan klik di sini

Terima kasih untuk Dion Yulianto dari DIVA Press yang telah membuntelkan dua buah buku ini untuk saya.

@htanzil

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kepala yang Hilang by Set Wahedi

kepalaBuku dengan Judul dan ilustrasi cover yang seram ini adalabuku kumpulan cerpen karya Set Wahedi.

Buku ini berisi 10 cerpen yang pernah 8 diantaranya pernah dimuat di beberapa media cetak lokal, satu cerpen juara, dan satu cerpen yang masuk dalam kategori 10 terbaik lomba cerita panji.

Sebagai pelengkap di buku ini kita akan disuguhi 4 ulasan pembaca atas cerpen-cepen Set Wahedi.

Berikut detail bukunya :

Judul : Kepala yang Hilang

Penulis : Set Wahedi

Penerbit : dbuku, cet I, Agustus 2014

Tebal : viii + 100 hlm

ISBN : 978-602-98997-9-5

Dengan sisa ingatan yang sublim. Di tengah kerusuhan hilangnya keperihan seorang anak menyaksikan ayahnya terkapar tanpa kepala di ruang krematorium. Aku coba kumpulkan tenaga dan sebersih harapan yang hampir pupus. Aku pastikan kembali misi perjalananku. Pada detik ini, aku kembali berharap pada teman-temanku. Dengan diliputi rasa sungkan, aku mengutarakan maksud kedatanganku pada mereka.

“Apa? Kau mencari-cari kepala ayahmu yang hilang? ” Mula-mula Mahfud melempar senyum setengah kaget. “Kau ini gila. Di dalam suasana, di mana setiap orang dicekam ketakutan kehilangan kepala, kau malah mau mencari kepala ayahmu yang hilang. Kepalamu tidak ilang sudah untung.

###

Buku ini dibuntelkan oleh kawan Diana AV. Sasa, aktifis, pekerja buku, dan pengelola dbuku. Terima kasih untuk buntelannya ya. 🙂

@htanzil

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Ibu, Doa yang Hilang by Bagas D. Bawono

ibuSebuah kumpulan cerita  ‘true story’, tentang perjuangan seorang ibu membesarkan anak-anaknya dalam kesendirian. Berikut deskripsi dan detail bukunya :

Himpitan keadaan dan tekanan keseharian seringkali menumpulkan niat dan cita-cita. Waktu dan tenaga yang tercurah akan menjadi sia-sia jika kita penuhi dengan penyesalan dan ratapan.

Kita tak menyadari, acapkali kita mengasihani diri sendiri, sedangkan hidup membutuhkan solusi. Saat cobaan tita, kita merasa seakan putaran bumi telah berhenti. Kita gagal mendengar, bahwa di sekitar kita masih saja terurai derai tawa anak-anak tanpa dosa penerus bangsa.

Hidup ini terlalu berharga untuk memberi tempat bagi nestapa, ia terlalu singkat untuk belajar menggali manfaat.

Bacalah hikmah-hikmah yang bertutur di dalam lipatan umur.

“Buku ini akan menjadi berkat bagi banyak orang. salah satunya menjadi penyemangat bagi yang mengalami kehilangan orang tua untuk tidak menjadi patah semangat namun terus memacu diri menghadapi masa depan. Selain itu pembaca dapat mengerti sekaligus  terdorong untuk tidak ragu-ragu membuka diri bagi anak-anak yang kehilangan orang tua, untuk mendukung baik dalam doa, dalam bantuan moral dan materiil serta menjadi sahabat dalam berbagi keluh kesah”

 – Dr. (HC). Ir. Ciputra : Faunder & Chairman Ciputra Groups

Judul : Ibu, Doa yang Hilang

Penulis : Bagas D. Bawono

Penerbit : Zettu

Cetakan : I, 2014

Tebal : 260 hlm

Profil Penulis :

bagasBagas Dwi Bawono dilahirkan di Surabaya, 14 Juli. Ayahnya adalah  seorang pegawai negeri dan ibunya seorang penjahit. Pada usia 8 tahun, ayahnya wafat, kemudia ia dan kakaknya dibesarkan oleh Ibunya.

Bagas lulus dari UGM Yogyakarta sebagai sarjana arsitekur pd tahun 1990 dan bekerja di Pembangunan Jaya Group, Jakarta hingga tahun 1995. Sejak 1998 ia membuka usaha sendiri dan kini mengelola beberapa perusahaan di bidang konsultasi arsitektur, kontaktor, dan agen properti di beberapa kota besar. Kini ia tinggal di Jakarta bersama istri dan tiga orang anaknya

Menulis adalah hobinya, hingga kini ia telah menulis lebih dari 1000 prosa, puisi dan cerpen yang diunggah di akun Facebooknya. Pada tahun 2013, salah satu cerpennya “Hasduk Berpola” diangkat ke layar lebar. Film ini berhasil meraih penghargaan di ajang Apresiasi Film Indonesia 2013 sebagai film Favorit Pilihan Pemirsa Film mengalahkan film Habibie & Ainun.

###

Terima kasih untuk Mas Bagas yang telah membuntelkan buku ini untuk saya. Mohon kesabarannya menunggu saya membaca dan menulis reviewnya ya. Keep reading & writing!

ibu-tdtangan

@htanzil

Posted in Uncategorized | Leave a comment

My Brief History by Stephen Hawking

my briefOtobiografi Stephen Hawking, ilmuan genius ini dibuntelkan pada saya sebagai hadiah atas terpilihnya Resensi Rampokan Jawa & Selebes by Peter van Dongen sebagai Resensi Pilihan yang tiap minggu diadakan oleh Penerbit Gramedia di twitter.

Otobiografi ini seperti judulnya My Brief Histoy (Sejarah Singkat Saya) dibuat dengan singkat (151 hlm) namun yang menarik selain covernya yang menampilkan ekspresi unik Hawking saat masih kuliah dan masih dalam keadaan sehat buku ini juga memuat foto-foto dan kutipan-kutipan dari buku ini yang dicetak di lembar-lembar khusus berwarna cerah. Entah apakah buku aslinya juga seperti ini ya?

mybrief dalam

Berikut detail dan deskripsi buku ini

Judul : My Brief History (Sejarah Singkat Saya)

Penulis : Stephen Hawking

Penerjemah : Zia Anshor

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2004

Tebal : 151 hlm

My Brief History menceritakan perjalanan luar biasa Stephen Hawking, dari masa kecilnya di London sesudah Perang Dunia II sampai menjadi pesohor yang terkenal di seluruh dunia. Dilengkapi foto-foto yang jarang terlihat, buku singkat, kocak, dan cerdas ini memperkenalkan pembaca dengan seorang Hawking yang belum tampak di buku-buku terdahulu: anak sekolah yang ingin tahu dan dijuluki “Einstein” oleh teman-temannya; orang yang suka bercanda dan pernah bertaruh dengan temannya perihal keberadaan lubang hitam; serta suami dan ayah muda yang berjuang untuk mendapat tempat di dunia akademia.

Dengan tulisannya yang khas, rendah hati dan penuh humor, Hawking mengungkap mengenai tantangan yang dia hadapi sesudah didiagnosis mengidap penyakit neuron motor pada umur dua puluh satu. Dia menelusuri perkembangannya sebagai pemikir untuk menjelaskan bagaimana kemungkinan mati muda mendorong dia meraih banyak terobosan intelektual, dan berbicara mengenai kelahiran mahakaryanya A Brief History of Time—salah satu buku terbesar pada abad keduapuluh.

Jernih, akrab, dan bijak, My Brief History membuka jendela bagi kita untuk menengok jagat raya pribadi Hawking

@htanzil

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Luka Tanah by Hary B Kori’un

luka tanah
Kampung halaman memang bahan baku karangan yang mustajab. Namun, tak banyak pengarang yang mampu meramunya menjadi senarai cerita yang mengalir dengan takaran diksi yang tak neko-neko namun mengena. Tak berlebihan bila Hary B Kori’un saya katakan salah satu dari yang berhasil itu. Luka Tanah, buktinya! (BENNY ARNAS, Pengarang)
 
Gagasan tentang entitas-entitas perbedaan (difference) dalam diskursus politik identitas kultural, adalah juga terkait tentang relasi-relasi kekuasaan politik etnis yang terjasi di banyak negara multikultural, termasuk Indonesia. Konflik tanah, misalnya, adalah simbolisasi yang kerap menyoal tak semata ihwal klaim atas kepemilikan benda, tetapi juga klaim atas “tanah” sebagai representasi nilai dari sebuah upaya penegasan identitas; pribumi- nonpribumi. Gagasan seputar tema ini, dibingkai berjalin dengan perselingkuhan “ideologis” para tokohnya dalam novel Luka Tanah. Sebuah novel “kontekstual”, tempat bercermin wajah realitas kita hari ini. (MARHALIM ZAINI, Sastrawan)
 
Sebuah novel dengan kepingan panduan yang kuat. Saya seperti merasa ada dalam putaran waktu yang baru saya jejaki semalam, mengingat pada koran-koran usang, mengingatkan pada ibu, mengingat pada kekasih, mengingat tanah ini, tanah yang luka… (YUDHI HERWIBOWO, Penulis Novel Untung Surapati)

 
Detail Buku :
 
Judul : Luka Tanah
Penulis : Hary B Ko’irun
Penerbit : Palagan Press
Cetakan : I, Mei 2014
Tebal : 174 hlm
 
Sinopsis :
 
Novel ini berkisah tentang Rama Wahyu Prasetya, seorang sarjana hukum yang sepanjang hidupnya digunakan untuk mencari tahu tentang mengapa ayahnya diculik orang tak dikenal di sebuah desa pedalaman di Sumatera saat umurnya lebih-kurang setahun. Setelah ayahnya diculik, ibunya membawanya kembali ke Jakarta dan dia dibesarkan di sana. Setelah selesai kuliah hukum, dia kembali ke Sukadana dan menyamar dengan nama Samin. Di sana, dia menemukan rumah lamanya dan juga tanah jatah transmigrasi dari pemerintah. Dia kemudian memugarnya, dan tinggal di desa itu beberapa lama. Di rumah itulah, lewat mimpi, dia bisa bertemu dengan ayahnya, dan dalam mimpi juga, dia bisa menyaksikan masa lalu ayahnya yang nyaris masuk dalam lubang pembunuhan massal yang dilakukan pemerintah transisi Soeharto setelah G 30 S/PKI.
 
Dia kemudian tahu, orang-orang yang menculik ayahnya adalah tentara/inteljen pemerintah yang tetap menganggap ayahnya terlibat pemberontakan komunis. Ketika tinggal di Sukadana, terjadi kerusuhan berbau etnis yang melibatkan penduduk tempatan dan penduduk transmigrasi asal Jawa. Rama atau Samin dianggap biangnya, dan dia ditangkap polisi dan kemudian dipenjara.
 
Setelah keluar dari penjara, dia bekerja untuk kemanusiaan. Dia selalu ada di tempat-tempat kejadian yang membutuhkan relawan seperti gempa, tsunami, dll. Saat gempa 1995 di Kabupaten Kerincin (Jambi) dia berkenalan dan kemudian jatuh cinta dengan Kartika, seorang dokter relawan yang telah memiliki suami dan anak, yang diselamatkannya ketika terjadi kerusuhan yang sempat melukai dua wartawan Majalah Kartini. Keduanya kemudian terlibat cinta terlarang, namun kemudian tersadar dan berjanji saling melupakan meski saling mecintai.
 
Profil Penulis
 
hary b koriun

HARRY B KORI’UN lahir di  Kabupaten Pati, Jawa Tengah, bersama keluarga besar orang tuanya, ia  hijrah ke Jambi, tepatnya di suatu lokasi perkebunan di kawasan Rimbobujang, Provinsi Jambi. Ia menamatkan SD hingga SLTA di kampung halaman keduanya itu. Kuliah Jurusan Sejarah, Fakultas Sastra, Universitas Andalas (Unand) Padang.

Cerpen-cerpennya dimuat di beberapa media, seperti Sinar Pagi, Mutiara, Singgalang, Haluan, Sriwijaya Post, Lampung Post, Riau Pos, Pekanbaru Pos, Riau Mandiri, Suara Riau, Anita Cemerlang, Ceria Remaja, Aneka Ria, dan beberapa media lainnya.

Novel-novelnya yang sudah terbit Nyanyi Sunyi dari Indragiri (Gurindan Press Pekanbaru, 2005), merupakan novel terbaik Riau 2004 dalam Lomba Menulis Novel Yayasan Bandar Seni Raja Ali Haji Pekanbaru, dan memperoleh penghargaan ’’Ganti Award I 2004’’. Novelnya yang lain, Nyanyian Batang Hari (Akar Joyakarta, 2005) pernah dimuat sebagai cerita bersambung di Surat Kabar Harian Republika (Januari-Maret 2000). Novel Jejak Hujan (Grasindo Jakarta, 2006) masuk nominasi 10 besar Lomba Menulis Novel Radio Belanda kerjasama dengan Penerbit Grasindo tahun 2005. Novel Malam, Hujan (Gurindam Press Pekanbaru, 2006) masuk nominasi lima besar Lomba Menulis Novel Yayasan Bandr Seni Raja Ali Haji Pekanbaru tahun 2005. Novel Mandiangin (Gurindam Press Pekanbaru, 2008) masuk nominasi Lomba Menulis Novel Yayasan Bandr Seni Raja Ali Haji Pekanbaru tahun 2007, Dan Nyanyian Kemarau (Kaki Langit Kencana, 2009)

Harry B Kori’un mendapatkan penghargaan dari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) sebagai nominator cerpen terbaik Indonesia 1998.  Bersama Yosrizal, ia menulis buku tentang sejarah sepakbola, yakni Kerbau Merah dari Indarung: Semen Padang di Lintas Sepakbola Indonesia (PT Semen Padang, 2002). Saat ini bekerja sebagai wartawan di Surat Kabar Harian Riau Pos (Pekanbaru) dan menggakkan Komunitas Paragraf.

 
###
 
Terima kasih untuk Bang Hari B Kori’un yang telah membuntelkan buku ini untuk saya. Akan saya baca dan buatkan reviewnya. Mohon kesabarannya menunggu saya membaca dan mereviewnya ya. 🙂
 
 
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Total Bung Karno 2 by Roso Daras

total bk2

Seperti di buku pertamanya, (Total Bung Karno : Serpihan Sejarah yang Tercecer – Roso Daras, Penerbit Imania, 2013. ) Buku ini merupakan kumpulan kisah-kisah tentang Bung Karno yang bersumber dari blog Roso Daras , seorang Sukarnois yang hingga kini rajin mengupdate tulisan-tulisannya tentang Bung Karno di blog pribadinya.

Berikut Kata Pengantar dari penulisnya yang terdapat dalam buku ini

Pengantar Penulis

Total Bung Karno dan Demokrasi Liberal

roso darasPuji syukur dumateng Gusti Ingkang Ngakaryo jagat…. Sholawat serta salam kepada Sang Nabi SAW junjungan saya….

Sidang pembaca yang mulia, buku Total Bung Karno 2, Serpihan Sejarah yang Tercecer, akhirnya selesai disusun, dan kini sudah di tangan Anda. Begitu besar harapan yang menyertai penerbitan buku ini. Sebuah harapan, semoga buku ini bisa memperkaya khasanah bacaan di Tanah Air, dan lebih dari itu, mampu memuaskan dahaga kaum Nasionalis, khususnya saudara-saudara Sukarnois di mana pun berada.

Buku Total Bung Karno 2, adalah seri lanjutan dari buku dengan judul yang sama yang terbit setahun lalu. Sumber utama buku ini, masihlah berasal dari tulisan-tulisan yang saya posting di personal weblog (Iblog) saya : http://www.rosodaras.wordpress.com . Tentu saja, untuk menjadi layak buku, materi-materi itu sudah diperkaya dengan referensi lain.

Sedikit berbeda dengan buku Total Bung Karno pertama, maka pada buku ini, konten bisa diklasifikasikan menjadi tiga bagian besar. Pertama, periode pembuangan di Ende (1934 – 1938), kedua, tentang marhaenisme, dan ketiga, kisah-kisah human interest yang menarik untuk disimak tentang perjalanan hidup Putra Sang Fajar.

Khusus tulisan-tulisan yang mengangkat tema periode pembuangan Bung Karno di Ende, sekaligus menjawab permintaan khalayak atas terbitnya buku saya berjudul “Bung Karno Ata Ende” yang diterbitkan oleh Chakrisma bekerjasama dengan Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud. Karena sifat penerbitannya yang terbatas, sehingga buku tadi tidak tersebar secara luas. Karena itulah, saya mengangkatnya kembali sebagai bagian dari isi buku Total Bung Karno 2 ini.

Saat postingan ini saya unggah, buku masih dalam proses pembuatan dummy. Dari pihak penerbit, tengah mengupayakan endorsement dari sejumlah tokoh. Terbetik sejumlah nama yang tengah dimintai endorsement untuk buku ini, antara lain Joko Widodo, Prabowo Subianto, Kartika (Karina) Soekarno Putri, Permadi, SH, dll. Akan tetapi, hingga 20 Mei 2014, belum ada respon dari mereka.

Yang juga tidak kalah menarik adalah, latar belakang politik negeri, saat buku ini diterbitkan. Suasana Pemilu 2014 sedang berada pada tensi tertinggi. Terlebih jelang pilpres 2014. Sempat terbesit niatan meminta kedua capres: Prabowo Subianto dan Joko Widodo memberi endorsment pada buku ini. Sukurlah, niatan itu tidak terlaksana sehingga buku ini tidak terseret dalam pusaran politik praktis yang begitu menyesatkan.

Yang pasti, buku ini memang dipersiapkan pada bulan  Juni 2014, bulan Bung Karno, yang kebetulan saja sedang hangat-hangatnya kampanye Pilpres 2014. Seyogyanya memang buku ini tidak dikaitkan dengan momen Pemilu maupun dengan kedua Capres yang mengaku Sukarnois itu. Sebab, ingar bingar Pemilu, hanya berlangsung sesaat, sementara peredaran buku ini niscaya akan jauh lebih lama dari pesta demokrasi yang panas. Sebuah pesta demokrasi liberal yang sama sekali bukan demokrasi Pancasila idaman para pendiri bangsa termasuk Bung Karno.

Lepas dari itu semua, seperti harapan semula, semoga buku ini bisa diterima dengan baik di tengah masyarakat Indonesia. Terakhir , saya berterima kasih kepada pihak yang telah berkenan memberi endorsment pada buku ini. Terima kasih kepada Penerbit Imania. Tak ketinggalan, ucapan terima kasih tulus kepada keluarga tercinta, keluarga besar, para sahabat, dan semua pihak yang tidak bisa saya sebut satu persatu, atas dukungan dan kontribusi positif sehingga saya makin terbenam dalam belantara Sukarno yang amazing.

Merdeka!!!

###

Detail Buku

Judul : Total Bung Karno 2 : Serpihan Sejarah yang Tercecer

Penulis : Roso Daras

Penerbit : Imania

Cetakan : I, Juli 2014

Tebal : 458 hlm

ISBN : 978-602-7926-16-5

total bk12Buku Total bung Karno 1 & 2 ini dibuntelkan oleh Penerbit Imania. Terima kasih untuk penerbit Imania yang telah mengirimkan buku-buku ini untuk saya baca dan review.

Review Total Bung Karno 1 bisa dibaca di sini

@htanzil

Posted in Uncategorized | 1 Comment