Ibu, Doa yang Hilang by Bagas D. Bawono

ibuSebuah kumpulan cerita  ‘true story’, tentang perjuangan seorang ibu membesarkan anak-anaknya dalam kesendirian. Berikut deskripsi dan detail bukunya :

Himpitan keadaan dan tekanan keseharian seringkali menumpulkan niat dan cita-cita. Waktu dan tenaga yang tercurah akan menjadi sia-sia jika kita penuhi dengan penyesalan dan ratapan.

Kita tak menyadari, acapkali kita mengasihani diri sendiri, sedangkan hidup membutuhkan solusi. Saat cobaan tita, kita merasa seakan putaran bumi telah berhenti. Kita gagal mendengar, bahwa di sekitar kita masih saja terurai derai tawa anak-anak tanpa dosa penerus bangsa.

Hidup ini terlalu berharga untuk memberi tempat bagi nestapa, ia terlalu singkat untuk belajar menggali manfaat.

Bacalah hikmah-hikmah yang bertutur di dalam lipatan umur.

“Buku ini akan menjadi berkat bagi banyak orang. salah satunya menjadi penyemangat bagi yang mengalami kehilangan orang tua untuk tidak menjadi patah semangat namun terus memacu diri menghadapi masa depan. Selain itu pembaca dapat mengerti sekaligus  terdorong untuk tidak ragu-ragu membuka diri bagi anak-anak yang kehilangan orang tua, untuk mendukung baik dalam doa, dalam bantuan moral dan materiil serta menjadi sahabat dalam berbagi keluh kesah”

 – Dr. (HC). Ir. Ciputra : Faunder & Chairman Ciputra Groups

Judul : Ibu, Doa yang Hilang

Penulis : Bagas D. Bawono

Penerbit : Zettu

Cetakan : I, 2014

Tebal : 260 hlm

Profil Penulis :

bagasBagas Dwi Bawono dilahirkan di Surabaya, 14 Juli. Ayahnya adalah  seorang pegawai negeri dan ibunya seorang penjahit. Pada usia 8 tahun, ayahnya wafat, kemudia ia dan kakaknya dibesarkan oleh Ibunya.

Bagas lulus dari UGM Yogyakarta sebagai sarjana arsitekur pd tahun 1990 dan bekerja di Pembangunan Jaya Group, Jakarta hingga tahun 1995. Sejak 1998 ia membuka usaha sendiri dan kini mengelola beberapa perusahaan di bidang konsultasi arsitektur, kontaktor, dan agen properti di beberapa kota besar. Kini ia tinggal di Jakarta bersama istri dan tiga orang anaknya

Menulis adalah hobinya, hingga kini ia telah menulis lebih dari 1000 prosa, puisi dan cerpen yang diunggah di akun Facebooknya. Pada tahun 2013, salah satu cerpennya “Hasduk Berpola” diangkat ke layar lebar. Film ini berhasil meraih penghargaan di ajang Apresiasi Film Indonesia 2013 sebagai film Favorit Pilihan Pemirsa Film mengalahkan film Habibie & Ainun.

###

Terima kasih untuk Mas Bagas yang telah membuntelkan buku ini untuk saya. Mohon kesabarannya menunggu saya membaca dan menulis reviewnya ya. Keep reading & writing!

ibu-tdtangan

@htanzil

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s