Dunia Simon by Wihambuko Tiaswening Maharsi

Dunia simonBuku ini dibuntelkan langsung oleh penulisnya, sayangnya penulisnya tidak membubuhkan tanda tangannya..  🙂

Dunia Simon adalah buku kumpulan cerpen yang berisi 10 buah cerpen. Dikemas secara artistik plus ilustrasi grafis di tiap cerpennya yang senada dengan cover bukunya.

Berikut saya salinkan kata pengantar dalam buku ini yang ditulis oleh Koskow Widyatmoko

Kehendak untuk Merasa

Bahasa dapat diartikan sebagai cara menusia menjalani hidup yang sehari-hari. Tiap peristiwa pun melibatkan cara berbahasa masing-masing: upacara, kencan, presentasi kerja, pasar, doa, sidang pengadilan, dan lain sebagainya. Sastra – sebagai sebuah cara berkesenian merupakan satu ruang berbahasa. Peristiwa sehari-hari atau peristiwa biasa, dalam ruang sastra dapat dijelmakan sedemikian rupa sehingga peristiwa tersebut menjadi hal yang tidak biasa.

Sastra, dalam pengertian yang demikian, jadi cara seseorang untuk tak menyerah begitu saja atas beragam peristiwa  yang dialami oleh si penulis, atau orang lain. Karya rekaan tersebut menghadirkan beragam persoalan: nalar, emosi, jiwa, waktu, benda-benda dan ingatan, lirik lagu, pelaku, dan sebagainya. Dalam ruang sastra, semua hal dapat dipersoalkan. Lantas, sastra hadir tidak untuk mengisi waktu luang. Sebaliknya, waktu mesti diluangkan guna memberi ruang bagi sastra (seni)

dunia simon dalam

Konon, hidup yang tidak direnungi ibarat bernafas dalam kesia-siaan. Namun, hidup yang terlalu benar-salah berpotensi mempartisi “aku” dan “yang lain”.  “Yang lain” ini perlu didekati dan dialami lewat beragam cara, sastra salah satunya. Kehendak untuk merasa mau menyampaikan bahwa soal rasa-merasa boleh diharapkan jadi pena yang mau menyampaikan bahwa kedekatan dimulai lewat bagaimana kita merasa : mengambil posisi menjadi yang diandaikan. Dalam paket-paket hiburan di televisi, yang diandaikan tersebut terlanjur kerap dipandang sebagai komoditas (maka ia sulit mencapai rasa mendalam, selain tangis serial seturut waktu paket tayang).

Dalam seni, soal rasa merasa diharapkan memberikan gambaran bahwa hidup tak selalu dapat dimengerti tuntas. Menulis tak mampu menggantikan sentuhan. Namun sastra, mungkin diciptakan agar sentuhan yang dituliskan jadi cara agar rasa merasa memang dibutuhkan, se-ordinary apa yang dituliskannya tersebut. Cerita-cerita dalam “Dunia Simon” memberi ruang merasa semacam itu, baik lewat benda-benda, nama sebuah minuman, berjalan untuk mundur, menunggu untuk apa, pesan yang tak sepenuhnya dibaca, hingga cuaca yang menggelisahkan.

Koskow Widyatmoko

###

Data buku :

Judul : Dunia Simon

Penulis : Wihambuko Tiaswening Maharsi

Penerbit : Tan Kinira Books

Cetakan : I, April 2014

Tebal : 114 hlm

###

@htanzil

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s