La Galigo by Dul Abdul Rahman

la galigoBuntelan ini merupakan persembahan dari Penerbit Diva Press, sebuah novelisasi “La Galigo” sebuah karya sastra yang sering disebut-sebut sebagai karya sastra terpanjang dan terbesar di dunia yang berasal dari cerita  lisan yang dikisahkan turun temurun di kalangan masyarakat Bugis -Makasar.

La Galigo ditulis oleh Collig Pujie Arung Pancana Toa pada abad ke 19 atas permintaan B.F. Matthes (1818-1908) seorang misionaris Belanda yang bertugas di Sulawesi. Sejatinya Colliq Pujie hanyalah mengumpulkan dan menyalin kembali cerita La Galigo yang sudah mengakar sebagai cerita lisan di masyarakat Bugis-Makasar, Sulawesi.

12 Jilid salinan naskah aslih La Galigo yang ditulis Collig Pujie kini tersimpan di Perpustakaan Leiden, Belanda. Naskah ini menjadi perimadona bagi para mahasiswa Belanda untuk melakukan riset sastra dan budaya untuk meraih gelar magister dan doktor.

Pada tahun 2011 UNESCO mentapkan La Galigo sebagai karya klasik warisan dunia dan diberi anugerah Memory of the World (MOW).

Novel ini adalah jilid 1 (rencananya akan ada 10 jilid!) pemiksian dari La Galigo, karenanya dalam novel ini terdapat beberapa perkembangan dari naskah aslinya. Meski demikian penulis novel ini mengatakan bahwa alur cerita dan tokoh-tokohnya tetaplah mengacu pada naskah asli La Galigo yang tersimpan di Belanda.

Terima kasih untuk Mas Dion Yulianto dari Diva Press yang telah membuntelkan buku ini untuk saya. 🙂

Berikut deskripsi dari buku ini.

Judul : La Galigo – Napak Tilas Manusia Pertama di Kerajaan Bumi

Penulis : Dul Abdul Rahman

Penerbit : Diva Press

Cetakan : I, Januari 2012

Tebal : 374 hlm

“La Galigo adalah karya sastra terpanjang dan terbesar di dunia yang setara dengan kitab Mahabharata dan Ramayana dari India serta sajak-sajak Homerus dari Yunani,” ungkap R.A, Kern. Bahkan, tidak tanggung-tanggung, sejarawan dan ilmuwan Belanda, Sirtjof Koolhof, menyebutnya sebagai karya sastra terpanjang di dunia, terdiri dari 300.000 baris, mengalahkan Mahabharata dan yang lainnya.

Novel di tangan Anda ini adalah pemiksian yang sangat menarik dari karya legendaris tersebut.

Diceritakan bahwa dahulu kala, Kerajaan Bumi hanyalah tanah kosong yang benar-benar tak berpenghuni. Lalu, Sang Dewata (Sang Pototoqe) segera memutuskan bahwa kerajaan tersebut tidak bisa dibiarkan terlalu lama kosong. Manusia harus diturunkan untuk menyuburkannya dan tentu saja menyembah-Nya!

Maka, dipilihlah sang putra sulung-Nya untuk menjadi manusia pertama yang menghuni bumi. Dialah yang kemudian menjelma Batara Guru.

Tidaklah mudah menjadi penguasa di Bumi, meski sang manusia titisan Dewata tersebut bisa saja meminta bantuan Langit untuk mempermudah tugasnya. Tapi, Sang Dewata mengharuskannya untuk berusaha sebelum pasrah. Di sinilah, ujian-ujian kehidupan mulai menerpanya. Dia dipaksa untuk melewati berbagai rintangan hingga sampailah dia pada titik di mana Sang Dewata mengizinkan Batara Guru memiliki pendamping hidup.
Lantas, bagaimana kehidupannya kemudian?

Tentu saja sepak terjang hebat keturunan-keturunannya semisal Sawerigading bakal mewarnai dengan sangat menghibur karya besar ini. Bahkan, petualangan cucu Batara Guru inilah yang nantinya sering menjadi sorotan istimewa dari para penikmat La Galigo.

Tentang Penulis

dul abdulDul Abdul Rahman, bekerja sebagai sastrawan, peneliti, dan pegawai negeri sipil. Pendidikan terakhirnya di Program Pascasarjana UNHAS (2004-2009). Sekarang aktif bersastra di Indonesia dan Malaysia.

Tulisan-tulisannya berupa karya sastra, kritik sastra, dan artikel budaya pernah dimuat di koran lokal dan nasional di Indonesia dan Malayusua. Beberapa karya sastranya adalah
Pohon-pohon Rindu(2009) , Daun-daun Rindu (2009), Sarifah (2011), kumpulan cerpen  LEbaran Kali Ini Hujan Turun (2006), Perempuan Poppo (2010), Sabda Laut (2010)

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s