Athirah & Presiden Guyonan from Noura Books

nourabuntelanDua buku ini dibuntelkan oleh Noura Books. Buku Presiden Guyonan by Butet Kartaredjasa merupakan kumpulan tulisan Butet Kartaredjasa di kolom Suara Merdeka. Buku Presiden Guyonan ini sebelumnya pernah diterbitkan dengan judul yang sama oleh Penerbit Kitab Sarmin pada tahun 2008.  Sedangkan novel Athirah merupakan novel yang terinspirasi kisah Jusuf Kalla dan Ibunda atau bisa juga dikatakan sebagai biografi yang dikemas dalam bentuk novel. Novel yang kabarnya akan segera hadir dalam layar lebar.

Berikut detail dari masing-masing buku

guyonan coverJudul : Presiden Guyonan

Penulis : ButetKartaredjasa

Penerbit : Noura Books, 2013

Tebal : 240 hlm

Selain sebagai pemain drama dan monolog yang hebat, Butet Kartaredjasa adalah seorang pelukis dan penulis esai yang piawai. Tentunya wataknya sebagai komedian yang sarat kritik sosial dan laku menertawai diri mewarnai juga
karya rupa dan tulisnya.

Sejak September 2007 Butet rutin menulis kolom mingguan di koran Suara Merdeka. Kolom mingguan ini menurutnya tak ubahnya rubrik “pojok” atau “komik strip” yang diprosakan. Dalam esai-esai itu ia tampil dengan alter-egonya, yaitu Mas Celathu. Nah, kolom-kolom itulah yang kemudian diterbitkan menjadi buku “Presiden Guyonan”.

Menurut Jennifer Lindsay, seorang pemerhati budaya, “Tulisan Butet dalam suatu alter-egonya, Mas Celathu, meneruskan tradisi Jawa sindiran dan kritik politik wong cilik dengan humor yang kental… Tulisan Butet memang khas:
sebagai pemain drama dan monolog. Butet piawai menangkap dialog dan ucapan. Bahasanya sangat hidup dan tulisannya dibaca (lebih tepat didengar) sebagai pagelaran. Enak dibaca dan seru.” Sedangkan menurut Ashadi Siregar, “Sekarang, sulit mencari orang Yogya yang asli… Ciri Yogya asli yang sempat saya temukan tahun 60-an, ya rileks penuh canda menghadapi masalah pelik ekonomi, politik atau bahkan agama. Nah, Butet dengan
Celathu-nya mengembalikan semangat itu. Ini Jogaja aseli! Tenan!”

Selain komentar positif dari Jennifer dan Ashadi, buku ini juga memuat pengantar dari Mohamad Sobary dan  Gunawan Mohamad, serta komentar dari Ayu Utami, Andi F. Noya, KH Mustofa Bisri, serta Arswendo Atmowiloto. Buku ini semakin menarik dengan Dwi Koendoro yang menafsir eksistensi Mas Celathu lewat goresan yang jenaka pula.

(deskripi di atas saya copy paste dari Facebook Kujang Press)

###

Athirah-coverJudul : Athirah

Penulis : Alberthiene Endah

Penerbit : Noura Books, 2013

Tebal : 387 hlm

Apakah ini artinya Emma kalah, Jusuf?”

Pertanyaan Emma menusuk batinku. Aku pilu. Mata bening Emma basah.

Angin sore mendadak terasa sangat dingin.

Cahaya matahari dari barat jatuh di wajah Emma. Dukanya semakin terlihat.

Emma tidak pernah punya gambaran tentang wanita yang dimadu.
Sejak Bapak memilih tinggal di rumah keduanya, Emma sering terlihat merenung, tertunduk lesu. Ketika langkah Bapak semakin jarang terdengar di rumah kami, Emma semakin sendu.
Namun, Emma tak membiarkan dirinya terlalu lama disiksa rindu.

Dia segera berjuang untuk bangkit, menjadi wanita yang mandiri.

Emma adalah perjalanan keberanian. Ada sosok yang kokoh dalam dirinya yang lembut dan sangat halus.

Jika kau ingin aku berkata-kata tentang keindahan, kepadanya benakku akan bertumpu.

Maka, kini, aku akan bercerita tentang, dia, ibuku.
Emma-ku. Athirah.

Perempuan indah yang mengajarkan aku tentang hidup ….

Sesuatu yang tak perlu kau takutkan jika kau tahu makna kesabaran

###

@htanzil

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s