Buntelan dari Gong Publishing

gongSetumpuk buntelan berisi 8 buku terbitan Gong Publishing yang dikirim oleh Mbak Tias Tatanka baru saja kuterima pagi tadi. Buku apa saja? Ada buku puisi, kumpulan cerpen, dan sebuah buku kajian penelitian tentang TKW (Tenaga Kerja Wanita)  asal Banten di Arab.

Berikut scan cover buku plus 3 buah keterangan dari kedelapan buku tersebut.

Buku Puisi

puisi-gong

Buku Puisi Air Mata Kopi menyajikan puisi-puisi Gol A Gong tentang Kopi. Dari perjalanannya selama menjelajahi Pulau Sumatera penulis telah menghirup aroma wangi kopi lewat puluhan cangkir kopi yang telah direguknya di tiap kota yang disinggahinya.  Namun bukan hanya keharuman dan pekatnya kopi saja yang ia rasakan. Dari setiap cangkir kopi yang direguknya ada aroma ketidakadilan yang dialami para petani kopi Nusantara. Itulah yang hendak disampaikan Gol A Gong dalam puisi-puisinya ini.

poetho-gong

Buku puisi Sakramen Sunyi karya Firman Fenayaksa ini merupakan Poethography atau sebuah karya yang menyandingkan antara fotografi  dengan puisi, atau puisi yang divisualisasikan dengan fotografi

 

 

 

Kumpulan Cerpen

cerpen-gongUntuk buku Blue Ransel – My Horror Trip, merupakan kumpulan cerpen bertemakan perjalanan yang dibumbui kisah horor karya peserta Rumah Budaya Nusantara (RBN) sebuah event yang diadakan oleh  Kementerian Pendidikan dan Kebudayan dengan Rumah Dunia  sebagai penyelenggaranya yang dilaksanakan pada bulan Oktober-November di Rumah Dunia Serang, Banten.

Buku Kajian/Penelitian

perempuan-gongBuku ini merupakan hasil penelitian Ade Jaya Suryani, salah seorang relawan Rumah Dunia, dosen Antropologi Agama di Istitut Agama Islam (IAIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten tentang nasib TKW asal Banten yang bekerja di Arab Saudi

Deskripsi :

Bekerja di Arab telah menjadikan rumah-rumah orang Pontang, Tanatara dan Tirtayasa, bagus-bagus. Dengan bekerja di Arab pula mereka sudah sanggup membeli sawah, membiayai anak/adik sekolah/ kuliah dan memberangkatkan orang tua berjaji. Namun demikian, bekerja di Arab juga telah membuat ibu-ibu jauh dengan anak-anaknya tidak saja secara geografis, melainkan juga secara psikologis; para menantu laki-laki berkonflik dengan mertuanya, dan para suami bercerai dengan para istri. Lebih jauh, tidak sedikit TKW yang hamil karena pemerkosaan di Arab Saudi. Cerita sedih adalah sisi laun dari narasi migrasi ini. Perempuan Banten Pergi ke Arab: Migrasi, Ekonomi dan Agama adalah sebagian cerita tentang mereka.

###

@htanzil

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s