Buntelan from Penerbit Komunitas Bambu

hadiah kobamDua buah buku di atas merupakan hadiah dari Penerbit Komunitas Bambu (Kobam) , beberapa minggu yang lalu di akun twitter Kobam diadakan lomba foto unik yang diberi tagar #FotoKobamPalingUnik. Awalnya saya tidak terlalu antusias untuk mengikutinya, namun berhubung saat itu saya sedang dilanda kejenuhan karena harus beristirahat selama beberapa hari di rumah karena sakit, tiba-tiba saja terpikir ide untuk membuat foto unik yang akan saya lombakan.

Karena saat itu ada kedua anak saya yang sedang di rumah, saya terpikir untuk membuat foto saya dan anak saya yang sedang berebut buku Kobam. Langsung saja saya meminta tolong anak saya yang paling besar untuk memfotonya, sedangkan anak saya yang paling kecil saya minta berpose berebut buku dengan saya.

Dengan latar rak buku saya akhirnya sesi pemotretanpun dimulai, setelah beberapa kali jepret akhirnya terpilihlah foto ini untuk dikirim ke lomba #FotoKobamPalingUnik,

berebutKarena aslinya merupakan dua foto, maka dengan sedikit sentuhan saya menggabungkannya menjadi satu kesatuan dan menguploadnya ke twitter. Tidak disangka-sangka ternyata foto itu dipilih oleh tim juri sebagai pemenang! Nah sebagai hadiahnya maka Kobam menghadiahkan dua buku terbitannnya pada saya.

Kedua buku itu sangat menarik, dua-duanya memuat foto-foto / ilustrasi menarik. Di buku Kalimantan Tempo Doeloe ada beberapa repro ilustrasi/lukisan wilayah, flora, fauna Kalimantan di masa lampau.

Di buku Percintaan Bung Karno  dangan Anak SMA ada foto-foto Bung Karno dan Yurike yang baru saya lihat, dan ada pula beberapa scan foto tulisan tangan Bung Karno yang ditujukan kepada Yurike Sanger. Selain itu yang tidak kalah menarik adalah adanya  foto-foto berwarna dari lukisan-lukisan karya maestro lukis Indonesia yang terdapat di Istana Negara.

Berikut sinopsis dari masing-masing :

kalimantan_tempo_doeloeKalimantan Tempo Doeloe, Victor T. King (Penyusun), 2013, 450 hlm.

Sejarah lebih dari 500 tahun Kalimantan terangkum dalam buku ini. Meskipun tidak menceritakan sejarah Kalimantan secara runtun, tetapi berkat editornya, Victor T King yang sohor sebagai pakar sosiologi-sejarah, kisah-kisah kesaksian di dalam buku ini telah menjadi suatu dokumen vital yang mampu menggambarkan perubahan budaya, sosial, politik, ekonomi di pulau hutan hujan tropis itu.

Dimulai dari kisah Antonio Pigafetta yang menulis pada abad ke-16 dan menjadi gambaran pertama serta terbaik mengenai Kesultanan Brunei, Daniel Beekman tentang Kesultanan Banjarmasin sampai dengan Eric Hansen yang bertualang mengelilingi hutan bersama suku Penan dengan berjalan kaki pada 1980-an. Buku ini menyajikan mengenai eksplorasi di wilayah Sungai Mahakam di Selatan Kalimantan dan sungai serta daerah aliran air di timur Kalimantan sampai ke daerah pesisirnya. Termasuk kisah perjalanan menaiki Gunung Kinabalu. Beragam suku penghuni asli Kalimantan diriwayatkan, meliputi suku Dayak Laut, Dayak Ot Danum, Suku Kenyah, Iban, Suku Penan dan termasuk mitos “Dayak berekor”.

Sorotan juga diberikan kepada kerajaan-kerajaan besar di Kalimantan, seperti Banjarmasin, Brunei dan Serawak serta perang antarsuku, perompakan, perampasan di pesisir Kalimantan. Terlebih menarik banyak sekali data karakteristik budaya terkait dengan arsitektur dan aneka upacara, mulai dari pengorbanan binatang, pemakaman, berbagai perhiasan yang mencolok, seperti tato, manik-manik, hiasan telinga, dan hiasan kepala dari bulu.

Catatan yang dibuat Victor T King pada setiap kesaksian yang dipilih, bukan saja akan memudahkan setiap pembaca mengenali sosok si pemberi kesaksian, memahami konteks zaman ketika kesaksian dibuat, tetapi juga bagaimana menafsirkan ulang dan mencermati secara kritis kesaksian yang diberikan, sehingga pembaca tidak sekadar hanya bernostalgia ke Kalimantan Tempo Doeloe.

BK_ABG_soft-cover.inddPercintaan Bung Karno dengan Anak SMA (Biografi Cinta Presiden Sukarno dengan Yurike Sanger by Kadjat Adra’i, Komunitas Bambu, Maret 2010, 430 hlm.

Buku ini adalah biografi cinta Sukarno dengan Yurike Sanger, seorang anak SMA yang dinikahinya di masa-masa senja kekuasaannya. Meskipun buku ini dilengkapi data sejarah penting sekitar digulingkannya Sukarno yang langsung diceritakannya kepada si isteri yang ABG, tetapi Sukarno sang pemimpin besar revolusi itu dalam buku ini tidak tampil sebagai aktor politik, melainkan sebagai lelaki, suami dan kekasih jempolan.

@htanzil

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s