Kho Ping Hoo & Indonesia, Seniman dan Karyanya

kho ping ho-rezBuku ini dibuntelkan oleh Sdr. David Haris. Awalnya saya tahu tentang buku ini dari grup facebook Komunitas Gila Boekoe – Bandoeng dimana seorang kawan memposting foto buku ini. Ketika saya menanyakan dimana saya bisa memperoleh buku ini, ternyata Sdr. David yang ikut nimbrung mengomentari buku ini mengatakan bahwa buku ini bisa saya peroleh tanpa perlu membelinya, cukup hanya dengan mengganti ongkos kirimnya saja. 🙂

Buku ini tidak memang tidak untuk diperjual belikan secara umum karena buku ini dicetak untuk kelengkapan mengiringi Pameran Ilustrasi dan Diskusi Mengingat Kho Ping Hoo di Balai Soedjatmoko Solo. 11-17 Agustus 2012 yang lalu.

Buku ini memuat wacana tentang diri Kho Ping Hoo dan karyanya dari berbagai dimensi; berupa essai, hasil penelitian, kliping koran, kesaksian, dan wawancara dengan sejumlah saksi mata  yang ditulis oleh beberapa orang beken seperi Arswendo Atmowiloto, Seno Gumira Ajidarma, Eka Kurniawan, Prie GS, Leo Suryadinata, dll

Detail buku :

Judul : Kho Ping Hoo – Seniman dan Karyanya

Editor : Ardus M Sawega

Penerbit : Balai Soejatmiko

Cetakan : 2012

Tebal : 215 hlm

Kho Ping Ho0 (1926-1994) adalah salah satu pengarang teramat populer yang pernah ada di Indonesia. Karyanya memiliki jejak panjang di tengah masyarakat luas. Setidaknya antara tahun 1960-1990 karya-karyanya, baik yang berupa cerita silah ber-setting China maupun novel sejarah dengan setting Indonesia, terasa mendominasi bacaan populer saat itu.

Karenaitu, ia bisa disebut sastrawan yang “membumi”. Dengan produktivitasnya yang mengagumkan – selama 30 tahun menghasilkan sedikitnya 120 judul buku, terdiri dari ribuan jilid buku, dan seminggu sekali melahirkan satu jilid buku – Kho Ping Hoo layak disebut story teller. Pada masa jayanya, berkat karya-karyanya, tak mustahil ia telah menghidupi banyak orang, termasuk mereka yang membuka persewaabnn buku di seantero Tanah Air.

Pembacanya terdiri dari semua lapisan masyarakat, rakyat kecil, selebritas hingga intelektual dan pejabat tinggi. BJ. Habibie, bintang film Suzana, penulis novel Adhadi Siregar, untuk menyebut sebagian nama pesohor yang mengagumi – kalau tak boleh disebut fans – Kho Ping Hoo. Bukan mustahil pula bila banyak di antara intelektual dan tokoh di masyarakat kita sekarang pernah kesengsem membaca buku cersil Kho Ping Hoo.

Masyarakat pembaca bangga akan karya-karyanya. Karena itu, kita perlu mengingatnya sebagai “sastrawan besar” yang pernah lahir di Bumi Nusantara. Apakah sebutan “sastawan besar” untuknya bakal dipersoalkan?

###

SAM_1535SAM_1534@htanzil

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s