Ayah Menyayangi Tanpa Akhir by Kirana Kejora

buntelankiranaBuntelan kali ini bisa dibilang istimewa, selain dikirimkan langsung oleh penulisnya disertakan pula sebuah kaos dengan desain menarik berilustrasi sama dengan novelnya.

Terima kasih banyak untuk sahabatku Kirana ‘Key’ Kejora, novelis muda produktif yang hingga kini telah menulis 17 buah novel dan puluhan scirpt film TV dan beberapa script film layar lebar.

Diantara sekian banyak karyanya saya pernah mereview dua buah karyanya yang berjudul Elang dan Air Mata Terakhir Bunda

dan review Air Mata Terakhir Bunda merupakan salah satu review yang paling banyak dibaca di blog BukuyangKubaca , semenjak ditayangkan pd bulan Desember 2011, review novel air Mata Terakhir Bunda telah dibaca sebanyak 6.880 kali.

Lalu seperti apa novel terbaru Kirana Kejora ini? berikut detail buku dan sinopsisnya.

ayahJudul : Ayah Menyayangi Tanpa Akhir

Penulis : Kirana Kejora

Editor : Budi Darmawan

Penerbit : Zettu

Cetakan : I, 2013

Menikah dini dengan sekian resiko. Arjuna menjadi orang tua tunggal dan menanggalkan segala kecengengan romannya. Mengajari Mada sebagai elang kecil yang harus siap terbang bersahabat dengan angin badai.

Pagi itu Mada mogok sekolah, ia menitikkan air mata ketika Juna mendekatinya dan membentak, “Jangan menangis!”
Mada segera mengusap air mata dengan kedua tangan kecilnya sambil terus menunduk, namun ia berani menjawab, “Hari ini hari ibu. Teman-teman Mada datang dengan ibunya. Semua murid harus baca puisi untuk ibunya.”

Juna menahan nafasnya yang mendadak terasa sesak menggulung paru-parunya. Ia pun mati kata! Lalu Mada berdiri dan mengangkat kedua tangan sang ayah, menuntut!

“Bukankah Ayah juga Ibu Mada? Jadi sekarang ayah harus ke sekolah!” Ayah muda itu kepalanya terasa pusing karena harus merayakan hari Ibu dengan sekian puluh ibu-ibu, tak terbayangkan! Juna sadar, anaknya mulai besar, menuntut perhatian tanpa bisa ditawar! Semenjak itu, mereka menjalani hari bersama penuh rasa ikhlas, mengembarakan jiwa dengan bebas, menyentuh cerita jalanan yang begitu keras, menyingkap pesan yang tertulis di alam, dan menoreh sebuah sejarah secara jantan!

Tentang Penulis

KiranaKirana Kejora lahir di Ngawi, 2 Februari. Ibu dari 3 anak. Lulusan cumlaude Fakultas Perikanan Univ. Brawijaya. Penulis lepas beberapa media cetak. Pemakalah Seminar Wajah Kepengarangan Muslimah Nusantara di Malaysia tahun 2009. Telah menulis 40-an Script Film TV, Script Writer Film Layar Lebar Munajat Cinta Sang Gibran & Hasduk Berpola,  dan penulis novel produktif diantaranya buku Kepak Elang Merangkai Eideleweis, Selingkuh, Perempuan & Daun Elang, Bintang Anak Tuhan, Querido, Air Mata Terakhir Bunda (best seller & be a movie), dll

###

kirana tdtanganTanda tangan penulis di lembar pertama novel Ayah Menyayangi Tanpa Akhir

Bedah Novel Ayah Menyayangi Tanpa Akhir di Kompas TV

@htanzil

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Ayah Menyayangi Tanpa Akhir by Kirana Kejora

  1. key says:

    Terima kasih apresiasi eloknya, semoga amta berguna

  2. Deddy Soepriadhi says:

    Di awal membaca buku Ayah Menyayangi Tanpa Akhir, saya merasa malas untuk melanjutkan, karena isinya se olah2 memamerkan kemewahan spt cerita ttg berbagai merk mobil yg mewah dlsb, tapi saya baca terus halaman demi halaman, saya semakin tertarik, untuk membaca sampai halaman terakhir…tak terasa air mata menggelayut di pelupuk mata, ketika Mada divonis menderita kanker otak stadium IV….
    Sebuah Novel yg sangat bermanfaat untuk kita semua, terutama bagi seorang ayah, yang memiliki anak…
    Salam,
    Deddy Soepriadhi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s