Ginko by Jun’ichi Watanabe from Penerbit Serambi

ginko buntelanBuku ini dibuntelkan oleh Penerbit Serambi, sebuah biografi fiksi tentang dokter modern perempuan pertama di Jepang Ginko Ogino (1851-1913).

ginkoGinko Ogino lahir di provinsi Musashi (kini Kumagaya kota, prefektur Saitama) Jepang.  Setelah lulus dari Sekolah Normal Tokyo Wanita (kini Universitas Ochanomizu), ia masuk ke Universitas Juntendo, yang pada waktu itu  meruapakan akademi medis swasta dengan mahasiswa laki-laki semua.  Walau di masa itu wanita banyak ditentang untuk sekolah dokter namun akhirnya Ginko lulus pada 1882, dan diperbolehkan untuk mengambil ujian praktisi medis nya pada 1885.

Dia membuka Rumah Sakit Ogino di Yushima, yang mengkhususkan diri dalam kebidanan dan ginekologi, di Tokyo dan menjadi dokter modern wanita pertama yang terdaftar di Jepang. Dia juga menjabat sebagai dokter staf untuk sekolah gadis itu dari Meiji Gakuin University.

Di balik tercatatnya Ginko sebagai dokter modern pertama di Jepang ternyata ada kisah kehidupan yang  menarik yang bisa menjadi insprirasi bagi kita semua, karena itulah penulis Jepang Juni’ichi Watanabi mengangkat kisah kehidupan Ginko Ogino dalam bentuk novel yang berjudul  Hanauzumo yang terbit pada tahun 1970an. Novel ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul :

” Beyond the Blossoming Fields”

beyond

Berdasakan edisi bahasa Inggrisnya inilah novel ini diterjemahkan dengan judul “Ginko”

Detail Buku

Judul : Ginko, Novel menyentuh tetnang dokter perempuan pertama di Jepang

Penulis : Jun’ichi Watanabe

Penerjemah : Istiani Prajoko

Penerbit : PT. Serambi Ilmu Semesta

Cetakan : I, November 2012

Tebal : 463 hlm

Deskripsi :

Desa Tawarase yang tenang tiba-tiba dikejutkan oleh kepulangan Gin, putri bungsu keluarga kelas atas Ogino yang terkenal cantik dan cerdas. Tak berapa lama, tersiar kabar mengenai perceraian Gin, tetapi hanya segelintir orang yang mengetahui penyebab sebenarnya perceraian itu karena Gin tertular penyakit kelamin dari suaminya. Gin dengan berani menolak kembali kepada suaminya. Hal yang tak lazim pada masa itu.

Gin yang menanggung malu akibat perceraian semakin terpuruk ketika penyakit yang dianggapnya sebagai aib hanya bisa ditangani oleh dokter laki-laki karena saat itu belum ada dokter perempuan di Jepang. Namun, peristiwa itu pula yang memicu Gin untuk bangkit dari kesedihan. Gin bertekad untuk menjadi dokter demi rasa solidaritasnya terhadap sesama perempuan.

Pada masa awal pemerintahan Meiji, ketika meraih profesi dokter sangatlah sulit bahkan bagi laki-laki, cita-cita Gin terbilang mustahil. Kenyataan itu tidak membuat Gin gentar. Diawali dengan mengubah namanya menjadi Ginko sebagai simbol perlawanannya terhadap ketidakadilan yang mendera perempuan, dia memulai perjuangan untuk menjadi dokter perempuan pertama di Jepang. Sementara, pertemuannya dengan seorang lelaki yang mengaguminya membuat hidupnya kian penuh warna.

####

@htanzil

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Ginko by Jun’ichi Watanabe from Penerbit Serambi

  1. tezar says:

    wah, malah jadi wishful saya minggu ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s