Buntelan dari Penerbit Salsabila

Beberapa waktu yang lalu seorang kawan di Twitter, Esvandiari @Esvandiarisnt mention aku dan mengirim DM kalau ada  buntelan yang akan dikirim ke alamatku. Dan ternyata buntelan itu berisi 2 buah novel terbitan Salsabila yang merupakan imprint Penerbit Pustaka Al-Kautsar.

Berikut sinopsis dari kedua buku tsb

Judul : En Memoria

Penulis : Naomi Leon

Penerbit : Salsabila, Jan 2012

Tebal : 288 hlm

Astella Maira sering merasa kalau ia adalah cewek paling beruntung sedunia. Ia pastilah beruntung karena punya banyak sahabat dekat. Dua di antaranya adalah saudara kembar bernama Wiri dan Nes. Dua-duanya seperempat “gila”, tentu saja. Tetapi seperti bunyi pepatah lama, “sedia hujan kalau mau payungan”, Maira tidak pernah peduli ramalan cuaca.
Blog yang membuat Maira populer adalah juga keberuntungannya. Pengunjung –yang tentu saja tidak beruntung– terus membanjiri blog serba-serbi patah hatinya, meski banyak juga yang menuding blog itu sok berfilsafat, norak, remeh-temeh, dan picisan.

Ada banyak lagi yang membuat Maira merasa beruntung, bahwa namanya punya tiga huruf vokal, misalnya. Atau, bahwa tali sandalnya putus, jadi dia punya alasan untuk belanja sandal baru. Atau, bahwa Sadewa, cinta pertamanya, kebetulan adalah pacar perempuan lain.

Oh, Maira sudah siap patah hati. Setengah mati.

***

Judul : Antara Ibuku & Ibuku

Penulis : Desni Intan Suri

Penerbit : Salsabila, Oktober 2011

Tebal : 284 hlm

 

 

[Buku ini mendapatkan penghargaan Islamic Book Fair Award 2012 kategori buku Fiksi Dewasa pada event pameran buku Islamic Book Fair 9 – 18 Maret 2012.]

Sepanjang hidupku, aku melihat kenyataan bahwa banyak laki-laki memiliki istri lebih dari satu. Bahkan aku mulai beranggapan bahwa poligami memang telah menjadi adat budaya Minangkabau. Dua wanita yang berada disamping Ayah adalah perempuan-perempuan yang sepertinya harus tunduk pada system poligami yang berkembang sebagai budaya yang lumrah.. Kurasa mereka bahkan telah menjadikannya sebagai takdir hidup mereka sebagai perempuan.

Namun menurutku, keadilan dan keharmonisan yang ada dalam keluarga kami tercipta bukan karena ayah yang benar-benar berlaku adil tetapi keadilan itu ada karena keikhlasan kedua perempuan yang menjadi istri ayah . Ayah hanya menikmati kepoligamiannya tanpa beban apa-apa, bahkan ketika akhirnya Ayah menikah lagi untuk yang ketiga kalinya . Aku merasa bahwa itu terjadi juga karena peran besar ketiga wanita si didi Ayah Wanitalah kuncinya.

Novel ini menuturkan dengan sederhana namun lugas tentang pergulatanyang muncul dalam keluarga yang memiliki dua Ibu , keluarga poligami. Tentang pencarian sebuah Makna ikhlas . Membuat setiap kita lebih bijak memandang arti sebuah pernikahan.

***

@htanzil

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

5 Responses to Buntelan dari Penerbit Salsabila

  1. Faraziyya says:

    pak, biasanya setelah dapat buntelan buku, ulasan atas buku yang diberikan itu dibuat saja dan dipost di blog atau dibuat ulasannya lalu dikirim ke penerbit tersebut?

  2. htanzil says:

    nah, makanya sy buat blog khusus buntelan buku, tidak semua buku yg dibuntelkan itu terbaca karena berbagai faktor. Sebagai bentuk penghargaan kepada yang memberi maka saya buat blog ini jadi walau tidak terbaca dan diulas bukunya minimal saya bisa share ke teman2 tentang buku yg saya terima. 🙂

    Lalu kemana buku2 yg sdh dibuntelkan dan tidak terbaca? biasanya sy simpan sbh koleksi perpus pribadi atau kl ada yg bersedia swap dgn buku tsb ya monggio 🙂

  3. htanzil says:

    atau bisa jg sy bagikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, seperti perpus2 di tempat2 terpencil, diberikan kepada gerakan2 buku untuk disalurkan kpd yg membutuhkan, dll

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s