Sepatu Dahlan from Noura Books

Novel ini merupakan buntelan pertama yang dikirim oleh Penerbit Noura Books (imprint dari penerbit Mizan Media Utama)  Buntelan ini diberikan atas kesediaan saya memberikan endorsment di novel ini.

Sekitar sebulan yang lalu saya ditelpon oleh penerbit Naura Books yang meminta saya menuliskan endorsment dari Novel Sepatu Dahlan yang ditulis oleh kawan saya Khrisna Pabichara. Karena tema yang diangkat menarik, yaitu mengenai masa kecil Dahlan Iskan, menteri BUMN yang kerap menjadi sorotan karena gebrakan-gebrakan positifnya saya menyanggupinya.

Sayangnya waktu yang diberikan untuk memberikan endorsment sangat singkat, padahal saya tidak mau memberikan endorsment tanpa saya membacanya terlebih dahulu. Karena waktu yang sempit akhirnya  saya membaca draft novel ini dengan cepat, kurang lebih setengah novel ini saya baca. Tidak sampai habis memang, setelah mendapatkan intinya saya baru berani memberikan endorsment.

Dan inilah endorsment dari saya :

Yang bikin saya terkaget-kaget adalah sebutan saya sebagai Blogger ternama Indonesia, padalah saat saya menulis endorsment saya hanya menyertakan identitas saya sebagai Blogger Buku. Sayang kata ‘buku’ nya dihilangkan padahal saya pribadi ingin mempopulerkan ‘blogger buku’ di kalangan pembaca buku tanah air.

Seperti yang sering disebutkan, novel ini terinspirasi dari kisah hidup Dahlan Iskan di masa kecil. Bukan buku biografi atau memoar karena yang buku ini merupakan sebuah fiksi, jadi seperti kata Dahlan Iskan dalam pengantarnya

“…beberapa adegan dan tokoh yang ditulisnya adalah fiktif (ingat sepatu Dahlan adalah sebuah novel).. “

Dan novel ini merupakan novel trilogi, setelah Sepatu Dahlan, kelanjutannya adalah Surat Dahlan, Kursi Dahlan.

Dan berikut adalah detail buku dan sinopsis dari novel Sepatu Dahlan :

Judul : Sepatu Dahlan

Penulis : Khrisna Pabichara

Penerbit : Noura Books

Cetakan : I, Mei 2012

Tebal : 390 hlm

Inilah hari dengan kesedihan tak berkesudahan.
Batinku meraung-raung meratapi ketidakberdayaan.
Kami bukan orang asing bagi rasa lapar…
Mata berkunang-kunang, keringat bercucuran, lutut gemetaran, telinga mendenging-denging…
Sungguh, aku butuh tidur, sejenak pun bolehlah.
Tetapi, aku tahu tidak akan bisa tertidur dengan mudah.

***

Kehidupan mendidik Dahlan kecil dengan keras. Baginya, rasa perih karena lapar adalah sahabat baik yang enggan pergi. Luka di kakinya menjadi bukti perjuangan dalam menjalani hidup. Dia harus berjalan puluhan kilometer untuk bersekolah tanpa alas kaki. Sepulang sekolah banyak pekerjaan yang harus dilakoninya demi sesuap tiwul, mulai dari nguli nyeset, nguli nandur sampai melatih tim voli anak-anak juragan tebu.

Dan di usia mudanya, Dahlan sudah banyak merasakan kehilangan. Buku catatan hariannya pun dipenuhi curahan kegalauan hati yang selalu dia alami. Setiap kali terpuruk seringkali dia berkata pada dirinya sendiri, hidup, bagi orang miskin sepertiku, harus dijalani apa adanya. Didikan keras sang Ayah dan kakak-kakak tercintanya serta senyum sang Ibu, selalu bisa membuatnya bertahan dan terus berjuang dalam hidup. Selain itu, di atas segala luka dan kesedihan yang dialaminya dia punya dua cita-cita besar yang membuatnya semakin bekerja keras: sepatu dan sepeda.

–##–

Review novel Sepatu Dahlan bisa dibaca di sini

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

6 Responses to Sepatu Dahlan from Noura Books

  1. desty says:

    hehe.. selebblog dong ceritanya

  2. desty says:

    selebblog dong ceritanya 😀

  3. arif kurniawan says:

    Saya sangat menyukai profil pak Dahlan,jadi buku Sepatu Dahlan pasti sangat sarat pesan tentang kehidupan buat kita semua..

  4. Ro says:

    Kapan surat dahlan terbit yahhh….,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s