Dua buku dari Penerbit Pustaka Alvabet

Dua buah buku menarik dibuntelkan Penerbit Pustaka Alvabet untukku.

Yang pertama adalah The Last Samurai karya John Man, buat penyuka buku2 sejarah populer nama John Man mungkin tidak asing lagi karena penerbit avalabet pernah menerbitkan karya John Man sebelumnya yaitu Genghis Khan dan Terracota Army.

Kali ini John Man yang memang adalah sejarahwan Inggris dengan minat khusus pada Mongolia dan China ini menulis ttg kisah kehidupan Samurai Terakhir di Jepang yaitu, Saigo Takamori (1827-1877). Seperti biasa di setiap karya2 John Man selalu dilengkapi dengan  ilustrasi foto dan lukisan seperti di bawah ini

Berikut data buku dan sinopsisnya :

Judul : The Last Samurai

Penulis : John Man

Penerjemah : Ratih Ramelan

Penerbit : Pustaka Alvabet

Cetakan : I, April 2012

Tebal : 369 hlm

Samurai  identik dengan prajurit  yang gagah perkasa. Dengan pedang tajam, pakaian khas, dan aturan ketat ihwal kehormatan ,Samurai menjadi tokoh ikon yang pengaruhnya masih terasa hingga saat ini. Ketenarannya mengilhami banyak film –dari Seven Samurai  hingga Stars Wars-novel, komik, video game, bahkan perkumpulan seni yang berkaitan dengan pedang dan perang.

Buku ini mengisahkan kehidupan Saigo Takamori, sang  Samurai  terakhir, sosok yang sarat paradoxs: seorang abdi yang setia kepada kaisar, namun ia juga pemimpin tentara pemberontak; seorang prajurit Samurai perkasa, tapi ia juga ahli puisi China. Dari kelahirannya di bawah bayangan gunung berapi Sakurajima hingga kematiannya yang mulia dengan ritual bunuh diri, buku ini bagaikan layar sejarah yang menampilkan secara terang benderang budaya dan tradisi Samurai

Dikemas dalam bingkai cerita sejarah serta dirajut dengan gaya bertutur ala novel, inilah epos mengesankan tentang Samurai terakhir, tokoh yang menjadi penggerak revolusi Jepang dan pada saat yang sama menjadi korbannya: sang pahlawan pemberontak

=================================================

Sedangkan buku kedua adalah sebuah novel karya penulis mesir Ihsan Abdul Quddus (1911-1990) yang berjudul Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan. Nama penulisnya mungkin masih asing bagi kita, siapa dia? ini dia biodata penulisnya :

BIODATA PENULISIhsan Abdul Quddus (1 Januari 1919 – 11 Januari 1990) adalah seorang penulis Mesir, novelis, serta wartawan dan editor surat kabar al-Akhbar dan al-Ahram. Dia dikenal berkat novel-novelnya yang banyak diadaptasi ke dalam film.Sejak kecil, hobi favoritnya adalah membaca. Pada usia 11 tahun, ia mulai menulis cerita pendek dan puisi. Ayahnya, Muhammad Abdul Quddus, seorang aktor film dan teater, memotivasi dia untuk mengejar karier di bidang hukum. Ihsan lulus dari sekolah hukum pada 1942 dan bekerja sebagai pengacara. Pada awal kariernya, dia magang di firma hukum Edward Qussairi, seorang pengacara Mesir yang terkenal.Pada 1944, Ihsan mulai menulis skenario film, cerpen, dan novel. Ia kemudian meninggalkan karier hukum untuk fokus pada karier sastra. Beberapa tahun kemudian, ia menjadi wartawan terkemuka di surat kabar al-Akhbar, tempat ia bekerja selama delapan tahun. Dia kemudian bekerja dan menjadi Editor-in-Chief di surat kabar al-Ahram. Lantaran sering mengkritik tokoh penting, dia dipenjarakan tiga kali sepanjang karier jurnalistiknya.Ihsan menganggap perempuan sebagai simbol pengorbanan dalam masyarakat Mesir, dan karena itu ia menjadikan perempuan sebagai tema sentral dalam karya sastranya. Karya-karyanya memberikan kontribusi besar untuk membawa perubahan dalam pandangan konvensional Mesir. Dia menulis lebih dari 60 novel dan kumpulan cerita pendek. Dari novel-novelnya, lima diangkat sebagai drama, sembilan sebagai skrip serial radio, sepuluh diadaptasi sebagai miniseri televisi, dan empat puluh sembilan diadaptasi ke dalam film. Karya-karyanya telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Inggris, Prancis, Jerman, Ukraina, dan China. Ihsan turut pula mendirikan Egyptian Story Club.Berkat novel My Blood, My Tears, dan My Smile, Ihsan menerima penghargaan pertamanya pada 1973. Dua tahun kemudian, pada 1975, ia menerima penghargaan Skenario Terbaik untuk novelnya The Bullet is Still in My Pocket. Dia mendapatkan tanda kehormatan dari mantan Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser dengan Order of Merit of the First Class. Tak lama setelah kematiannya pada 1990, Presiden Mesir Hosni Mubarak menghormatinya dengan memberikan tanda Orde of the Republic of the First Class.Berbeda dari karya sastranya, Ihsan adalah orang yang sangat konservatif. Ia dikenal berkepribadian keras serta menjadi suami dan ayah yang ketat di rumah. Setelah menderita stroke, sastrawan masyhur berdarah Mesir-Turki ini meninggal pada 1990, tepat pada bulan yang sama dengan bulan kelahirannya, Januari.
DATA BUKUJudul: Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan: Novel Menggugah tentang Ambisi, Karier, dan CintaPenulis: Ihsan Abdul QuddusPenerjemah: Syahid Widi NugrohoCetakan: I, Maret 2012Tebal: 228 halamanSINOPSIS:

Kisah tentang perempuan yang telah menggapai ambisinya. Sebagai politisi sukses, kiprahnya di parlemen dan pelbagai organisasi pergerakan perempuan menempatkan dirinya dalam lingkar elit kekuasaan. Latar belakang politik yang masih konservatif kala itu menjadikannya fenomena baru dalam isu kesadaran jender.

Tetapi, kehampaan menyelimuti kehidupan pribadinya dan hampir membuat jiwanya tercerabut. Masalah demi masalah mendera, bahkan anak  semata wayangnya yang dia anggap sebagai harta paling berharga justru lebih akrab dengan sang ibu tiri. Hingga suatu kala, ia memutuskan lari dari kehidupan pribadinya, bahkan berusaha lari dari tabiat perempuannya. Pada usia lima puluh lima tahun, ia membunuh kebahagiaannya sebagai perempuan. Ia melakukan apa saja untuk melupakan bahwa ia adalah perempuan.

Inilah novel luar biasa tentang pergulatan karir, ambisi dan cinta. Kaya muatan filsafat tetapi dikemas dalam bahasa sederhana dan mengesankan. Tuntutan kesetaraan jender yang dirajut dalam kisah pertentangan batin seorang perempuan menjadikan novel ini bukan sekadar bacaan yang menginspirasi tetapi sekaligus contoh bagi perjuangan perempuan melawan dominasi.

####

@htanzil

Tambahan :

Berdasarkan komentar Mbak sinta kl buku ini pernah diterbitkan, ternyata benar!, buku ini pernah diterbitkan oleh Alivia books (salah satu divisi/lini penerbit Kelompok Pustaka Alvabet)  pada tahun 2005 dengan cover seperti ini :

 

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Dua buku dari Penerbit Pustaka Alvabet

  1. sinta says:

    yang aku lupa bahwa aku perempuan itu re-cover ya? sepertinya aku punya versi lamanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s