Gadis Kretek from Gramedia Pustaka Utama

Semenjak beredar berita kalau Ratih Kumala sedang menulis novel Gadis Kretek, saya langsung tertarik untuk segera membacanya.

Awalnya ketika novel ini terbit, saya berniat untuk membelinya via penulisnya langsung biar bisa sekalian mendapat tanda tangan penulisnya. Sayangnya saat itu Ratih kehabisan stock novelnya sehingga saya masih harus menunggu.

Tak sabar menunggu akhirnya saya coba kontak Mbak Ade (marketing GPU) siapa tahu beliau masih punya stock-nya. Begitu saya sms ternyata mbak Ade menanggapinya dengan sangat cepat dan mengatakan bahwa novel Gadis Kretek akan dikirim sore itu juga.

Dan benar saja, selang sehari kemudian akhirnya novel Gadis Kretek sampai juga ke tangan saya, dan yang mengejutkan, ternyata ada tanda tangan Ratih Kumala di novelnya tsb.! Wow surprise!

Setelah membuka-buka novelnya, novel dengan cover yang sangat menarik ini ternyata di cover dalamnya terdapat gambar bungkus2 rokok jadul, sy tidak tahu apakah itu hanya imajinasi ilustratornya atau rokok-rokok tersebut memang ada?

Dan yang bikin saya tersenyum sendiri ketika membuka novel ini adalah adanya peringatan seperti di bungkus2 rokok, sbb .

Mungkin peringatan ini perlu diberikan karena latar cerita novel ini adalah keluarga pemilik pabrik rokok di Kudus sehingga penerbit khawatir dengan membaca novel ini para pembaca yang kebetulan adalah seorang perokok akan terdorong keinginannya untuk merokok. Atau mungkin juga karena covernya yang menggambarkan seorang wanita  cantik yang sedang memegang rokok dikhawatirkan membuat orang yang melihatnya menjadi ingin merokok :))

Apa isi dari novel Gadis Kretek ini? berikut data buku dan sinopsis yang tertera di cover belakang novelnya

Judul : Gadis Kretek

Penulis : Ratih Kumala

Penerbit : Gramedia

Cetakan : I, Maret 2012

Tebal : 274 hlm

Pak Raja sekarat. Dalam menanti ajal, ia memanggil satu nama perempuan yang bukan istrinya; Jeng Yah. Tiga anaknya, pewaris Kretek Djagad Raja, dimakan gundah. Sang Ibu pun terbakar cemburu terlebih karena permintaan terakhir suaminya ingin bertemu Jeng Yah. Maka berpacu dengan malaikat maut, Lebas, Karim, dan Tegar, pergi ke pelosok Jawa untuk mencari Jeng Yah, sebelum ajal menjemput sang Ayah.

Perjalanan itu bagai napak tilas bisnis dan rahasia keluarga. Lebas, Karim dan Tegar bertemu dengan buruh bathil (pelinting) tua dan menguak asal-usul Kretek Djagad Raja hingga menjadi kretek nomor 1 di Indonesia. Lebih dari itu, ketiganya juga mengetahui kisah cinta ayah mereka dengan Jeng Yah, yang ternyata adalah pemilik Kretek Gadis, kretek lokal Kota M yang terkenal pada zamannya.

Apakah Lebas, Karim dan Tegar akhirnya berhasil menemukan Jeng Yah?

Gadis Kretek tidak sekadar bercerita tentang cinta dan pencarian jati diri para tokohnya. Dengan latar Kota M, Kudus, Jakarta, dari periode penjajahan Belanda hingga kemerdekaan, Gadis Kretek akan membawa pembaca berkenalan dengan perkembangan industri kretek di Indonesia. Kaya akan wangi tembakau. Sarat dengan aroma cinta.

Review novel Gadis Kretek bisa dibaca di sini

@htanzil

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s