Aku & Buku from Sastra Pawon

Buku ini dibuntelkan oleh buletin Sastra Pawon – Solo. Apa itu Buletin Sastra Pawon?berikut sy copy paste-kan dari blog BULETIN SASTRA PAWON sbb :

didirikan dan didukung oleh sejumlah komunitas sastra di Solo, Jawa Tengah. Terbit pertama kali pada Januari 2007. Dalam perjalanan waktu, buletin PAWON meluaskan kegiatan ke wilayah lain diluar penerbitan, yakni mengadakan diskusi, workshop penulisan, kelas menulis, pentas seni dan sastra, menambah lini penerbitan (Gerilya Peradaban), pendokumentasian kota melalui cerita dan lain sebagainya.

Nah, dalam rangka ulang tahun Sastra Pawon ke 5, terbitlah buku “Aku & Buku” yang berisi 35 kisah para pecinta buku seputar kehidupan mereka bersama buku. siapa saja? wah terlalu banyak kl harus disebutkan satu persatu, namun ada beberapa nama beken yang ikut menyumbangkan tulisannya antara lain : Koko Pinurbo, Truly Rudiono, Halim HD, Afrizal Malna, Sanie Ba Kuncoro, Beni Setia, dll.

Terima kasih untuk Sastra Pawon yang sudah membuntelkan buku ini untuk saya. Semua berawal dari postingan Mbak Truly Rudiono yang mereview buku ini. Penasaran membaca reviewnya saya langsung tanyakan dimana saya bisa memperoleh buku ini. Ternyata buku ini tidak dijual bebas, melainkan dibagikan secara gratis, seperti yang tertera di halaman 2 di buku ini dimana tertulis :

“Diterbitkan oleh pawon untuk memberi tanda 5 tahun kelahirannya, dibagikan GRATIS di setiap acara sastra di Surakarta”

Bersyukur walau saya tidak hadir di sebuah acara sastra di Solo, berkat kebaikan Pawon sy bisa memperoleh buku ini 🙂

oya, ini puisi “Ibuku” karya Joko Pinurbo yang dimuat di buku ini

Ibuku

Ibu suka membacakan buku untuk menghantar tidurku.
Aku terbuai mendengarkan ibu dan buku, mendengarkan
ibuku, sambil membayangkan dan bertanya ini itu.
Aku pun terlelap dalam mimpi, terbang ke tempat-tempat
yang belum kukenali. Ketika bangun, kurasakan basah
di celana. Wah, beta telah ngompol dalam dekapan bunda.

Bila aku pamit sekolah, ibu tak pernah bilang jangan nakal
dan bodoh, jangan membantah guru dan menyanggah buku.
Ibu hanya mengecup jidatku: Buka hidupmu dengan buku.

Pada saatnya beta harus meninggalkan bunda sebab tak bisa
selamanya menyusu pada ibu. Aku harus mencari susu baru.
Sambil menahan airmata, ibu memeluk dan menciumku:
Pergilah. Terbanglah. Aku pun terbang bersayapkan buku
ke antah-berantah yang bagiku sendiri masih entah.

Ketika suatu saat aku pulang ke rumah ibu,
ibu sudah menjadi buku yang tersimpan manis di rak buku.

(2003)

@htanzil

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s